Rabu, 25 Juli 2012

Masjid Baiturrahim Lhoknibong Kebutuhan Muslimin Sumut-Aceh

Masjid Baiturrahim Lhoknibong Kebutuhan Muslimin Sumut-Aceh
Masjid Baiturrahim Lhoknibong, Kec. Pante Bidari, Aceh Timur, salah satu masjid kebutuhan kaum muslimin antar provinsi. Terhitung pada bulan suci Ramadhan 1428 H ini kondisinya sudah cukup luas, memadai untuk 2.000 jamaah.

Masjid Baiturrahim Lhoknibong, Kec. Pante Bidari, Aceh Timur, salah satu masjid kebutuhan kaum muslimin antar provinsi. Terhitung pada bulan suci Ramadhan 1428 H ini kondisinya sudah cukup luas, memadai untuk 2.000 jamaah.

Sebelumnya, untuk 1.500 jamaah saja sangat berdesakan. Namun, terkadang harus dipaksakan sehingga tak heran jika sewaktu-waktu jamaah melimpah sampai ke emperan. Kalau bulan puasa, intensitas jamaah sejak pagi sampai pk.24:00 masjid yang dibangun tahun 1980 ini tidak pernah sepi, karena disinggahi kaum muslimin antar provinsi, umumnya Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Masyarakat dari arah Medan (Sumut) yang menempuh jalan darat ke NAD, atau sebaliknya dari NAD ke Sumut, pasti tidak asing lagi dengan Masjid Baiturrahim, Lhoknibong. Masjid ini pembangunan awalnya digerakkan ulama kharismatik NAD Tgk. H. M. Daud Ahmady alias Abu Daud, pimpinan dayah/pesantren ternama Darul Huda Lueng Angen, Kec. Langkahan, Aceh Utara.

Beliau terus menerus membina kepanitiaan yang kini komposisi panitianya terdiri dari, ketua harian H. M. Jalil alias Mukim Jali, sekretaris Yusri, S.Pd dan bendahara Irham. Melihat akan kebutuhan kaum muslimin yang semakin tinggi, pihak panitia ini terus memotori perluasan, atau menambah volume seluas dua kali 350 meter masing-masing untuk lantai I dan lantai II.

Menurut Mukim Jali kepada Waspada baru-baru ini, alternatif dibangunnya lantai II karena perluasan ke samping tidak memungkinkan lagi, sebab lokasinya terbatas diapit oleh ruas jalan negara Medan-Banda Aceh, di samping jalan kampung (jalan Desa Meunasah Teungoh dan pemukiman penduduk).

Karena pada sisi depannya terletak ruas jalan negara antara Provinsi Sumut-NAD, maka lokasi Masjid Lhoknibong (ibukota Kec. Pante Bidari) ini menjadi strategis. Faktor lain, di Aceh publik mengenal Lhoknibong-Pante Bidari, karena ada legenda yaitu kampung asal puteri Meureundam Diwi dalam legenda Tgk.Malem Diwa, sebagai salah satu legenda terkenal dan digemari rakyat tanah rencong.

Legenda itu pula asosiasi orang Aceh menjadi tak asing dengan Lhoknibong - Pante Bidari. Tapi, karena wilayah ini kurang ekspos barangkali untuk kawula muda saat ini, agak terasa asing dengan Pante Bidari (Lhoknibong), kata Mukim Jali.

Bertitik tolak dari kesadaran geografis Pante Bidari ini, kini tokoh-tokoh setempat dengan berbagai upaya terus mengaktualisasikan Pante Bidari dalam kenangan semua pihak. Bersambung
*M.Jakfar Achmad  sumber Waspada Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar